Diskresi Hakim terhadap Kekosongan Hukum Perkara Wasiat Wajibah Ditinjau dari Yurisdiksi Voluntair: Studi Empiris di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri
DOI:
https://doi.org/10.47971/mjhi.v8i2.1291Keywords:
Legal vacuum, Compulsory Wills, Voluntary JurisdictionAbstract
The study focuses on analyzing the legal reasoning and judicial discretion in accepting and adjudicating compulsory will cases filed voluntarily, particularly in the absence of formal procedural regulations. This is an empirical research using a qualitative approach. Data were obtained through case analysis of Decision No. 007/Pdt.P/2022/PA.Kab.Kdr, interviews with judges, and supporting documentation. Data collection techniques included observation, in-depth interviews, and document study, which were then analyzed using descriptive qualitative analysis. The findings show that judges accepted the petition based on evidence of legal adoption proven through documents and witness testimony. The judges referred to Article 49 letter (b) of Law No. 3 of 2006, and Articles 171 (h) and 209 of the Compilation of Islamic Law (KHI) as legal bases. Judicial discretion was exercised to address procedural legal gaps by relying on voluntary jurisdiction principles and the concept of maslahah (public benefit). The study concludes that, in the absence of specific formal regulations, judicial discretion plays a crucial role in ensuring legal certainty, justice, and protection of rights in compulsory will cases.
Downloads
References
Buku
Harahap, Yahya. Beberapa Tinjauan Tentang Permasalahan Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti, 1997.
Harahap, Yahya. Hukum Acara Perdata. Jakarta: Sinar Grafika, 2016.
……………….. Kedudukan, Kewenangan Dan Acara Peradilan Agama. Jakarta: Sinar Grafika, 2001.
Manan, Abdul. Penerapan Hukum Acara Perdata di Lingkungan Peradilan Agama. Jakarta: Prenada Media Group, 2005.
Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2001.
Soekanto, Soerjono. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: Rajawali Press, 1986.
Sudarsono. Kamus Hukum. Jakarta: Rineka Cipta, 2002.
Sudirman, Hukum Acara Peradilan Agama. Sulawesi Selatan: IPN Press, 2021.
Artikel/Jurnal
Fadhilah, Naily. (2021). Pembaruan Hukum Waris Islam: Wasiat Wajibah Mesir dan Relevansinya dengan Konsep Waris Pengganti Indonesia, al-Mawarid Jurnal Syariah dan Hukum (JSYH), Vol. 3, No. 1.
Ginting, Yuni Priskila, et al. (2025). Perbandingan Mekanisme Pembuktian Kasus Hukum Waris dalam Perspektif Hukum Adat, Hukum Perdata, dan Hukum Islam. Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains, no. 1.
Kosasih, Ade. (2016). Analisa Kritis Gugatan Voluntair Terhadap Praktik Maladministrasi Di Bidang Pelayanan Publik. MIZANI, No. 1.
Mitendra, Hario Mahar. (2018). Fenomena Dalam Kekosongan Hukum. Jurnal Rechts Vinding Media Pembinaan Hukum Nasional.
Nasir, Gamal Abdul. (2017). Kekosongan Hukum & Percepatan Perkembangan Masyarakat. Jurnal Hukum Replik, Vol. 5. No. 2.
Ningsih, R. (2020). Yurisprudensi Mahkamah Agung Analisis Pertimbangan Hakim dalam Penerapan Wasiat Wajibah. Lex Jurnalica, 17(1), 77-91.
Ramadhani, A. G., & Ngadino, N. (2020). Pelaksanaan Wasiat Wajibah Menurut Kompilasi Hukum Islam Dalam Praktek Pengadilan Agama Sambas. Notarius, 13(1), 37-46.
Sari, Defita Permata. (2024). Wasiat yang Ideal dalam Ruang Lingkup Hukum Pembuktian di Indonesia. Officium Notarium, no. 1.
Tahir, A. (2024). Penerapan Wasiat Wajibah Untuk Ahli Waris Anak Angkat Dalam Kompilasi Hukum Islam Di Pengadilan Agama Kelas 1A Makassar. Al-Tafaqquh: Journal of Islamic Law, 4(1).
Hasil Penelitian/Tugas Akhir
Hidayat, Enday. 2020, Penetapan Ahli Waris Muslim Terhadap Pewaris Non Muslim. Skripsi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/.pdf
Kuswanto, Bambang. 2017, Implementasi Wasiat Wajibah Terhadap Anak Angkat Perspektif Teori Keadilan John Rawls. Thesis, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang,. http://etheses.uin-malang.ac.id/11331/1/15781011.pdf.
Rosa, Feni Rosmala. 2021, Hak Wasiat Wajibah Anak Angkat Dalam KHI Di Indonesia Perspektif Maqashid Syari’ah. Skripsi, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. https://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/31961/17421200%20Feni%20Rosmala%20Rosa.pdf?sequence=1.
Internet
Abdul Manaf, “Yurisdiksi Peradilan Agama Dalam Kewarisan Mafqud,”, www.badilag.net , diakses pada 19 Maret 2023.
Wawancara
Suntono, Agus (Hakim), wawancara oleh Annisa Vika, Pengadilan Agama Kabupaten Kediri. Tanggal 27 Januari 2023.
Arudji (Hakim), wawancara oleh Annisa Vika, Pengadilan Agama Kabupaten Kediri. Tanggal 27 Januari 2023.
Munasik (Hakim), wawancara oleh Annisa Vika, Pengadilan Agama Kabupaten Kediri. Tanggal 27 Januari 2023.
Peraturan Perundang-Undangan
Kompilasi Hukum Islam tentang Wasiat Wajibah.
Mahkamah Agung Republik Indonesia, Pedoman Pelaksanaan dan Administrasi Peradilan Agama BUKU II Edisi Revisi 2010, Jakarta: Mahkamah Agung RI, 2011.
Undang-Undang Republik Indonesia No. 14 tahun 1970 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1970 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2951.
Undang-Undang Republik Indonesia No. 3 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4611.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3316.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1989 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3400.
Yurispudensi Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 3139 K/Pdt/1984.
Putusan Pengadilan Agama
Putusan Pengadilan Agama Nomor 007/Pdt.P/2022/PA.Kab.Kdr perihal wasiat wajibah, 22 Februari 2022.
Putusan Pengadilan Agama Nomor 0192/Pdt.P/2018/PA.Kab.Kdr perihal wali adhal, 3 Maret 2018.
Putusan Pengadilan Agama Nomor 113/Pdt.P/2023/PA.Kab.Kdr perihal dispensasi kawin, 24 Januari 2023.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mutawasith: Jurnal Hukum Islam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.














.png)



