Legalitas Kedudukan Anak di Luar Nikah Perspektif Epistemologi Bayani

610 Views     529 Downloads

Authors

  • Muhammad Fasih Wajdi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
  • Achmad Khudori Soleh Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

DOI:

https://doi.org/10.47971/mjhi.v7i1.919

Keywords:

Legalitas, Anak Diluar Nikah, Epistemologi, Bayani

Abstract

Penelitian ini membahas legalitas anak diluar nikah ditinjau dari aspek epistemologi Bayani, epistemologi Bayani merupakan metode pemikiran khas Arab yang menekankan kecenderungan terhadap sebuah teks (nash), artinya memprioritaskan pemahaman tekstualis dan mengenyampingkan kontekstualis. Tujuannya untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman, terkait aspek epistemologi Bayani yang dikaitkan dengan legalitas anak di luar nikah dalam pandangan Islam, dan berharap dapat memberikan sumbangsih dalam dunia keilmuan di hukum Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif karena dalam prosesnya memanfaatkan data deskriptif yang diambil dari rujukan ilmiah dan buku-buku sebagai bahan primernya sehingga dapat memperoleh data yang akurat. Hasil penelitian menunjukan: epistemologi Bayani memiliki pengaruh terhadap cara istinbath hukum dan memberikan gambaran jelas terkait legalitas anak di luar nikah melalui metode, sumber dan verifikasi pada Bayani; epistimologi Bayani memberikan kepastian hukum mengenai anak di luar nikah, yaitu anak diluar nikah dianggap sah keberadaannya, tidak dinashabkan kepada ayah biologisnya melainkan hanya kepada ibu dan keluarga ibunya saja

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al Farabi, M., Tanjung, Z., & Irawan, R. (2021). Epistemologi Nalar Bayani, Burhani Dan Irfani Dalam Pengembangan Studi Islam. Attaqwa: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 17(02), 225-235.

al-‘Askari, Abu Hilal. al-Furuq al-Lugawiyah. (CD-ROM al-Maktabah al-Syamilah).

al-Kasaniy, Ala ad-Din Abu Bakr bin Mas’ud. 2003. Bad’ai as-Sana’i, Juz 3. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.

Al-Khalafi, Abdul Azhim bin Badawi. 2006. al-Wajiz, (terj: Ma’ruf Abdul Jalil). Jakarta: Pustaka As-Sunnah.

Earle, Wiliam James. 1992. Introduction to Philosophy. New York-Toronto: Mc. Grawhill, Inc.

File://D:/bab-20IV/analisis-hukum-putusan-mahkamah-konstitusi-nomor-46_PUUVIII_20102013-202012- tentang -status-anank-luar-kawin.htm.

Filsafat Pendidikan Islam, Waraqat, Vol. 2, (Juli - Desember 2016).

Fithoroini, D. (2022). Epistemologi Bayani dalam Kajian Ushul Fiqh. Opinia de Journal, 2(2), 1-17.

HR. Ahmad, Abu Daud, dihasankan Al-Albani serta Syuaib Al-Arnauth.

Hukum Online.com, Fatwa MUI juga melindungi Anak hasil perzinaan

Khalaf, Abdul Wahab. 2003. Ilmu Ushul Fikih, terj. Faiz al-Muttaqin. Jakarta: Pustaka Amani.

Kriyantono, Rachmat. 2010. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.

Makiah, Z. (2014). Epistemologi Bayani, Burhani Dan Irfani Dalam Memperoleh Pengetahuan Tentang Mashlahah. Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran, 14(2).

Manan, Abdul. 2008. Aneka Masalah Hukum Perdata Islam di Indonesia, cet. 2. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Muchsin, A. Misri. 2002. Filsafat Sejarah dalam Islam. Yogjakarta: Ar-Ruzz Press.

Munif, M. F. (2003). Maslahah sebagai dasar istinbat hukum Islam. Paramedia-Jurnal Komunikasi dan Informasi Keagamaan, 4(3), 15-32.

Muslih, Mohammad. 2004. Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Belukar.

Naimah, I. (2022). Islam Normatif: Epistimologi Bayani Dalam Studi Islam. Al Jabiri: Jurnal Ilmiah Studi Islam, 1(1).

Rangkuti, Charles. 2002. Implementasi Metode Bayani, Burhani, Tajribi Dan ‘Irfani Dalam Studi. CV Darus Sunnah.

Ridlo, R. (2020). Penerapan Epistemologi Bayani dan Burhani sebagai Metode Pembelajaran. Manhajuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(1), 19-37.

Sholeh, A. Khodari (ed.). 2003. M.Abed al-Jabiri : Model Epistemologi Hukum Islam, dalam “Pemikiran Islam Kontemporer. Yogyakarta: Jendela.

Soleh, Ach. Khudori. 2013. Filsafat Islam Dari Klasik Hingga Kontemporer, Cet. I. Yogyakarta: ArRuzz Media.

Sudarminta, J. 2002. Epistimologi Dasar, Pengantar Filsafat Pengetahuan. Yogyakarta: Kanisius.

Surajiyo. 2008. Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia. Jakarta: Bimi Aksara.

Suriasumantri, Jujun S. 1983. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Sinar Harapan.

Syarif, M. (2022). Pendekatan Bayani, Burhani dan Irfani dalam Pengembangan Hukum Islam. Jurnal Al-Mizan, 9(2), 169-187.

Syukur, Suparman. 2007. Epistemologi Islam Skolastik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Tafsir, Ahmad. 2010. Filsafat Umum. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tim Redaksi Nuansa Aulia. 2012. Kompilasi Hukum Islam; Hukum Perkawinan, Kewarisan dan Perwakafan, cet. 3. Bandung: Nuansa Aulia.

Witanto, D.Y. 2012. Hukum Keluarga Hak dan Kedudukan Anak Luar Kawin. Cetakan 1. Jakarta: Prestasi Pustaka Raya.

Zuhaili, Wahbah. 2012. Fiqih Imam Syafi’i: Mengupas Masalah Fiqhiyah Berdasarkan Al-Quran dan Hadits, (terj: Muhammad Afifi dan Abdul Hafiz), cet.2. Jakarta: Al-Mahira.

Downloads

Published

2024-07-08

How to Cite

[1]
Wajdi, M.F. and Soleh, A.K. 2024. Legalitas Kedudukan Anak di Luar Nikah Perspektif Epistemologi Bayani. Mutawasith: Jurnal Hukum Islam. 7, 1 (Jul. 2024), 77–88. DOI:https://doi.org/10.47971/mjhi.v7i1.919.

Issue

Section

Articles