PRAKTIK PENGASUHAN ANAK USIA DINI BERBASIS BUDAYA MAKIAN DI HALMAHERA SELATAN, MALUKU UTARA

0 Views     0 Downloads

Authors

  • Puji Dwi Rahayu Institut Agama Islam Negeri Ternate, Indonesia
  • Woro Prameswari Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah, Suryalaya Tasikmalaya, Indonesia
  • Salwa Rahangiar Institut Agama Islam Negeri Ternate, Indonesia

Keywords:

Anak Usia Dini, Budaya Makian, Ethnoparenting, Bahasa Ibu, Pengasuhan, Pendidikan Islam.

Abstract

Masyarakat Makian di Desa Gumira, Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, masih mempertahankan berbagai praktik pengasuhan tradisional yang memadukan penggunaan bahasa ibu, nilai budaya lokal, dan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis praktik pengasuhan anak usia dini berbasis budaya Makian, mengidentifikasi nilai budaya yang ditanamkan kepada anak, menjelaskan penggunaan bahasa ibu Makian sebagai media pengasuhan, mengkaji integrasi nilai-nilai Islam dalam pengasuhan, dan menganalisis upaya masyarakat mempertahankan praktik pengasuhan tradisional di tengah perkembangan teknologi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pengasuhan masyarakat Makian masih mempertahankan penggunaan bahasa ibu sebagai media utama dalam interaksi sehari-hari dengan anak. Penelitian berhasil menginventarisasi 50 ungkapan bahasa Makian yang digunakan dalam praktik pengasuhan dan mengelompokkannya ke dalam sepuluh kategori, yaitu ungkapan saat makan, mandi, tidur, bermain, pendidikan agama, sopan santun, kasih sayang, larangan, pujian, dan doa. Temuan penelitian juga mengidentifikasi tiga fungsi utama bahasa Makian dalam pengasuhan, yaitu fungsi komunikatif sebagai media pemberian instruksi kepada anak, fungsi edukatif sebagai sarana penanaman nilai karakter dan pendidikan Islam, serta fungsi kultural sebagai media pewarisan bahasa dan identitas budaya Makian. Salah satu praktik khas yang masih dipertahankan adalah menidurkan anak menggunakan ayunan sambil mengucapkan kata "cita" dan "boh" sebagai tradisi lisan yang diwariskan antargenerasi. Selain memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak, praktik tersebut berperan dalam mengenalkan bahasa ibu sejak usia dini. Meskipun menghadapi tantangan akibat meningkatnya penggunaan bahasa Indonesia dan teknologi digital, masyarakat Makian masih berupaya mempertahankan praktik pengasuhan tradisional sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal.

References

Alfaeni, D. K. N., & Rachmawati, Y. (2023). Pola pengasuhan alternatif masyarakat Indonesia. Aulad: Journal on Early Childhood, 6(1), 51–60. https://doi.org/10.31004/aulad.v6i1.432

Amalia, R., Rosidah, L., & Fatimah, A. (2023). Hubungan latar belakang budaya orang tua terhadap pengasuhan anak usia dini. As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(1), 111–122. https://doi.org/10.32678/assibyan.v8i1.8293

Andriani, F., & Rachmawati, Y. (2022). Etnoparenting: Pengasuhan orang tua perkawinan multi etnis. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(5), 4669–4680. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i5.2436

Britto, P. R., Bradley, R. H., Yoshikawa, H., Ponguta, L. A., Richter, L., & Kotler, J. A. (2022). The future of parenting programs: III uptake and scale. Parenting: Science and Practice, 22(3), 258–275. https://doi.org/10.1080/15295192.2022.2086809

Novianti, R., Mahdum, M., Suarman, S., Elmustian, E., & Rusandi, M. A. (2023). Back to culture: Don't let technoference in parenting take place. Journal of Public Health, 45(4), e801–e802. https://doi.org/10.1093/pubmed/fdad083

Rahman, F. (2024). Pendidikan karakter anak usia dini berbasis keluarga dalam perspektif Islam. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(1), 120–134.

Rogoff, B. (2021). The cultural nature of human development (Updated ed.). Oxford University Press.

Suyadi, & Ulfah, M. (2022). Konsep dasar PAUD. PT Remaja Rosdakarya.

UNESCO. (2022). Reimagining our futures together: A new social contract for education. UNESCO.

UNICEF Indonesia. (2024). The state of children in Indonesia 2024. UNICEF Indonesia.

World Health Organization. (2023). Guidelines on physical activity, sedentary behaviour and sleep for children under 5 years. World Health Organization.

Berry, J. W., Poortinga, Y. H., Breugelmans, S. M., Chasiotis, A., & Sam, D. L. (2023). Cross-cultural psychology: Research and applications (6th ed.). Cambridge University Press.

Daniels, H. (2023). Vygotsky and pedagogy (2nd ed.). Routledge.

Rogoff, B. (2024). Developing destinies: A Mayan midwife and town. Oxford University Press.

United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization. (2023). Global education monitoring report 2023: Technology in education. UNESCO.

United Nations Children's Fund. (2021). The state of the world's children 2021: On my mind—Promoting, protecting and caring for children's mental health. UNICEF.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Puji Dwi Rahayu, Woro Prameswari, & Salwa Rahangiar. (2026). PRAKTIK PENGASUHAN ANAK USIA DINI BERBASIS BUDAYA MAKIAN DI HALMAHERA SELATAN, MALUKU UTARA. WALADUNA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 9(1), 1–18. Retrieved from https://jurnal.iailm.ac.id/index.php/waladuna/article/view/1920

Issue

Section

Articles