Latifah pada Volume 2 Nomor 2 Tahun 2018 ini telah menghimpun beragam hasil pengamatan dan kajian mengenai kontribusi Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah dalam membentuk pola dan tradisi budaya di masyarakat penganutnya. Fenomena ini nampak sangat jelas baik dalam perspektif historis, etnografis, maupun dalam aspek-aspek sosiologis. Realitas sosial, budaya, seni, ekonomi dan makna-makna simbolik sufistik begitu kuat mengakar pada pengikut tarekat ini. Hasil-hasil pengamatan di lapangan, menunjukkan bahwa gerakan TQN Suryalaya dengan berbagai peranannya telah memberikan sumbangan yang lebih luas dan sangat penting terhadap pembinaan mental, spiritual dan moralitas, bahkan terhadap dinamika ketertiban kehidupan sosial maupun politik di Indonesia. Sehingga diprediksi bahwa sufisme-tarekat berdasarkan prinsip doktrinnya, akan selalu bertahan dalam kelenturannya dengan budaya lokal.

Dalam realitas kecil misalnya ekonomi pasar manakib di Suryalaya tidak hanya sekedar tempat jual beli, tetapi juga berfungsi sebagai ruang interaksi sosial budaya. Dengan demikian, pasar ini tidak hanya memiliki kontribusi ekonomi semata tetapi juga kontribusi sosial, dan merupakan sebuah perwujudan dari kearifan lokal yang tidak bisa dilepaskan dari tradisi manakiban Pesantren Suryalaya sendiri.

Kehierarkian TQN menunjukan bahwa posisi Mursyid mempunyai kedudukan tertinggi bagi murid dan Ikhwan TQN. Mursyid mempunyai peranan sebagai norma melalui prilaku dan fatwa-fatwanya. Salah satu “fatwa“ dalam pembentukan pranata TQN adalah “tanbih”. Karena mursyid memberikan wasilah barokah dalam kehidupan mereka melalui amalan-amalan yang diberikan dan diajarkannya, maka sebagian ikhwan beranggapan bahwa barokah tersebut dimaknai dalam bentuk meningkatnya perbuatan atau tindakan kebaikan, dan yang lainnya memaknai barokah dalam seluruh aspek kesuksesan kehidupan duniawi dan ukhrawinya.

Sebagai sebuah institusi agama, Pondok Pesantren Suryalaya sangat terbuka pada nilai-nilai seni. Salah satu tradisi yang biasa dilakukan adalah tradisi nerbang. Dalam tradisi seni ini terdapat banyak nilai-nilai Islam tentang keteladanan Nabi Muhammad SAW dan menjadi makna yang dilestarikan oleh santri dalam kehidupan sehari-hari.

Published: 2018-07-20