STUDI FENOMENOLOGI DAF AL-BALA` DALAM TAREKAT QADIRIYAH NAQSYABANDIYAH (TQN) PONDOK PESANTREN SURYALAYA TASIKMALAYA

  • Cecep Syafa’at IAILM Suryalaya Tasikmalaya, Indonesia
  • Abdul Abas Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah Tasikmalaya, Tasikmalaya, Indonesia
Keywords: Fenomena, Tolak Bala, Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah

Abstract

Penelitian ini berfokus untuk mengetahui bagaimana daf al-bala dalam ajaran Islam, dan bagaimana fenomena daf al-bala di Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode fenomenologi. Tradisi daf al-bala terdapat dalam ajaran Islam dengan sedekah, doa, shalawat, istighfar dan shalat. Adapun fenomena daf al-bala di lingkungan TQN Suryalaya Tasikmalaya bentuknya seperti talqin, dzikir, khataman, manaqiban, shalawat bani hasyim, shalat rebo wekasan, shalat li daf’ al-bala, kifarat, dan potong hewan. Fenomena yang paling mencolok dari daf al-bala di sini adalah fenomena potong hewan, yaitu ayam, kambing, domba, dan sapi, yang ditujukan untuk tolak bala. Jenis tolak bala potong hewan termasuk sedekah, di mana sedekah memiliki kekuatan untuk menolak bala. Tolak bala dengan potong hewan dalam TQN bukan bentuk penggantian, seperti saat seseorang sakit lalu potong hewan dan hewan tsb yang menggantikan penyakitnya. Dapat dikatakan memotong hewan itu sendiri bukan tolak bala, namun tolak balanya adalah pada sedekahnya, karena daging hewan yang dipotong tsb akan dibagikan (disedekahkan) kepada orang lain.

Published
2020-12-18